Site Loader

PELANGGARAN
HAM YANG TERJADI DALAM KONFLIK BERSENJATA OLEH PEMERINTAH BASHAR AL
ASSAD DI SURIAH

A.    LATAR
BELAKANG

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Setiap manusia dalam berbangsa dan
bernegara pastilah menginginkan kehidupan yang tentram dan damai serta jauh
dari masalah ataupun konflik-konflik yang tidak sama sekali mereka inginkan.
Secara definitif tingkatan yang paling tinggi dari sebuah konflik adalah
perang.1

Perang yaitu merupakan hal yang tak
dapat dihindari oleh setiap negara. Perang ini memang sudah ada pada zaman dahulu
kala, dan perang ini telah banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
seiring dengan berubahannya zaman, dimulai dari zaman dahulu, yaitu perang
dengan menggunakan senjata tradisional dan menggunakan hukum yang seadanya pada
waktu itu, hingga sekarang perang telah menggunakan senjata yang amat canggih
dan menggunakan hukum yang sangat baik sesuai dengan keadaan saat ini. Meskipun
setiap manusia sangatlah menginginkan kedamaian dalam kehidupan mereka tetapi
tetap saja perang masih akan terus selalu terjadi.

Didalam perang sangatlah identik dengan
yang namanya ancaman, kekerasan, hingga pembunuhan, sehingga banyak
dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dalam perang itu sendiri, sehingga tak
jarang pula dampak yang sering ditimbulkan dalam perang adalah terenggutnya Hak
Asasi Manusia dengan cara yang sangat beragam. Untuk meminimalisir kekerasan
yang terjadi saat perang maka gunakanlah tiga asas utama yaitu pertama adalah
asas kepentingan militer yaitu asas yang membenarkan pelaku kekerasan dari
pihak yang bersengketa yang bertujuan untuk menjatuhkan lawannya supaya
tercapainya tujuan perang, yang kedua adalah asas kemanusiaan yaitu yang
mengharuskan para pihak untuk selalu 
memperhatikan perikemanusiannya dalam berperang demi menghindari penderitaan
yang tak perlu dilakukan dan luka yang berlebihan, dan yang ketiga adalah asas
kesatriaan yaitu yang artinya adalah kejujuran harulah benar-benar di
perhatikan dalam berperang dengan cara berperang tidak dengan kebohongan
ataupun kemunafikan dan tidak menggunakan alat yang tidak sewajarnya.2
Asas-asas terebut harulah digunakan ataupun dipakai dengan cara yang seimbang
sehingga akan tercapainya perang secara manusiawi.

Untuk menjadikan perang tersebut
bersifat manusiawi maka sangat perlu adanya perlindungan HAM dalam konflik
bersenjata, yang diberikan secara maksimal oleh negaranya masing-masing karena
itu adalah tugas dari setiap negara untuk selalu melindungi hak asasi manusia
bagi seluruh warga negaranya dari pihak yang ingin menganggu dan bahkan ingin
meniadakannya.3
Dan memang seharunya negara lah yang menjamin seluruh hak semua warga negaranya
dan yang patuh pada wilayah hukumnya dan memberikan langkah-langkah untuk
memberikan perlindungan HAM dalam kondisi apapun dan bagaimanapun.4

Pelanggaran HAM ini sangatlah rentan
terjadi, dan pada saat sekarang ini pentingnya perlindungan HAM dalam konflik
bersenjata yang terjadi di Suriah sangatlah memprihatinkan, dimana terjadinya
penyalahgunaan kekuasaan, yang terjadi sejak pertengahan bulan Maret tahun
2011, terdapat sebuah aksi damai di kota Dara’a yang ditujukan untuk pemerintah
Bashar Al Assad, yang menuntut supaya dibebaskannya 14 orang anak yang telah
ditahan lalu disiksa karena telah membuat graffiti anti pemerintah populer
dikalangan prodemokrasi Tunisia dan Mesir “The people wants the
downfall of the regime” .ataupun
masyarakat menginginkan keturunan rezim.5
Dan masih banyak lagi keluhan-keluhan yang lainnya juga diutarakan oleh
prodemokrasi seperti kebebasan untuk berekspresi di depan umum, meminta untuk dicabutnya
“State Emergency Law” yang telah berlaku hingga 51 tahun lamanya, diterapkan sistem
multipartai, dibebaskannya ratusan tahanan atas aksi anti pemerintahan mereka,
membubarkan pengadilan keamanan untuk mengadili kaum oposisi dan menuntut untuk
turunnya Bashar Al Assad dari kepresidenan serta menuntut dihormatinya
demokrasi. Namun demontras damai ini malah dihujani dengan peluru oleh para
pasukan militer pemerintah sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.6

Perang Sipil
yang terjadi di Suriah hanya dengan kurun waktu 2011-2014, telah memakan korban
sebanyak hingga lebih dari 191.000 korban yang tewas dalam konflik Suriah
tersebut, jumlah ini belum termasuk 10.8 juta korban yang membutuhkan bantuan
akibat konflik ini.7

Kejenuhan
masyarakat bertambah semakin besar pada saat kepemimpinan oleh Bashar Al Assad,
yaitu putra dari Hafez Al Assad. Dia menjadi presiden tanpa adanya proses
demokrasi yang semestinya, sehingga dikatakan dengan haus kekuasaan. Dia juga
mewarisi sifat otoriter ayahnya sehingga seiring dengan Revolusi Arab Spring
yang telah terjadi di Tunisia, Mesir, dan Libya, aksi demo dan pemberontkan
terjadi di Suriah.

Kekacauan
juga diperparah dengan sentimen sektarian, Bashar Al Assad berideology Alawy
atau Syi’ah melawan oposisi yang berpaham sunni dan indikasi munculnya tentara
asing yang terlibat dalam perang internal Sauriah. Pemerintah Bashar Al Assad
beruaha untuk menghentikan pemberontakan tersebut, dan pada akhirnya konflik
internal ini menyebar luas hingga ke negara-negara tetangga dan dinyatakan oleh
Pererikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai konflik bersenjata non internasional
Februari 2012. PBB menyatakan bahwa pelanggran HAM yang terjadi di Suriah dapat
dikategorikan sebagai pelanggaran berat dan terus berulang.8
 

B.    
PEMBAHASAN

a.      
Pengertian
Hak Asasi Manusia

Hak Asasi Manusia
tertuang dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Hak
asasi manusia yaitu adalah hak yang melekat terhadap diri manusia, karna
manusia merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah yang harus
di hormati dan di junjung tinggi bagi setiap negara, pemerintah, hukum dan oleh
setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat martabat setiap manusia.9
Pemegang dari Hak Asasi Manusia adalah manusia itu sendiri, supaya tidak
terjadi perbedaan makhluk hidup dalam keadaan apapun dan semua makhluk hidup
semunya sama.

Pelanggaran HAM adalah perbuatan
seseorang maupun kelompok  termasuk
aparat negara di sengaja ataupun tidak dan akan mendapat ganjaran hukum setimpal
atas semua yang telah dilakukannya.

 

b.     
Kaitan perang
di Suriah dengan pelnggaran HAM

Perang memang
kerap terjadi secra berulang-ulang dengan sebab sebab yang berbeda-beda pula,
hukum humaniter internaional berkaitan dengan HAM terlebihnya dalam sengketa
bersenjata, dalam kasus di Suriah ini terjadinya pelanggaran HAM seperti,
pembunuhan yang hingga mencapai jumlah yang sangat tinggi.10

 

c.      
Konflik yang
terjadi di Suriah

Perang sipil yang terjadi
di Suriah pada pertengahan Maret 2011 banyak memakan korban jiwa, perang sipil
tersebut berlangung kurang lebih selama 1000 hari. Kekerasan yang terjadi di
Suriah menyebabkan banyaknya warga Suriah yang pergi meninggalkan negara
tersebut karena merasa tidak nyaman.

Dimulai dari Minggu
pertama bulan Maret tahun 2011, sebuah sekolah dasar di Deraa, lima belas anak
sekolah dan semuanya adalah laki-laki, membuat slogan revolusi yang artinya
adalah “Rakyat ingin menumbangkan rezim!” dan anak-anak tersebutpun ditangakap lalu
disika  berlebihan sehingga membuat orang
tua mereka tidak terima dan sangatlah marah kepada rezim.11

Sejak saat itu semakin
hari konflik pemberontakan di Suriah menjadi pemberontakan nasional dimana para
demostran menuntut untuk pengunduran diri Bashar Al Assad dari kepresidenan.
Dengan terus dilakukannya pemberontakan dan menyebabkan mulainya  rakyat Suriah menggunakan senjata untuk
melawan pemerintah. Dan dilakukan perlawanan individu maupun kelompok.12
Didalam konflik ini juga menimbulkan banyak permasalahan-permasalahan sosial
seperti tidak terpenuhinya hak-hak sebagai warga negara. Pelanggaran HAM berat
yang terjadi di Suriah itu adalah pembuhunan, penangkapan, penganiayaan,
penindasan dan yang lainnya.

Dalam konflik Suriah
digunakan senjata kimia, PBB bahkan mencatat bahwa telah lima kali digunakan
senjata kimia yang dilakukan di lima lokasi yang berbeda, dan ini menunjukan
bahwa sangatlah jelas merupakan pelanggaran HAM, dimana didalam hukum
internaional disebutkan bahwa penggunaan senjata nuklir dilarang ataupun tidak
diperbolehkan karena bertentangan dengan kemanusiaan. Pada tanggal 16 Maret
tahun 2011, pemberontakan para demonstran mulai pecah setelah  tiga puluh lima orang ditahan karena
menggelar protes yang diberinama dengan “day of dignty”. Para demonstran menuntut tahanan politik, tetapi
para pasukan keamanan menembak dan membunuh para demonstran. Pada tanggal 27
Maret tahun 2011 pasukan Suriah menjadi-jadi menembak ratuan demonstran hingga
16 orang meninggal dunia. Jika kita melihat dari data PBB menyatakan jika selama
22 bulan tercatat lebih dari 60.000 orang telah menjadi korban yang berasal
dari gerakan demonstrasi, yang mana korban yang paling banyak adalah anak-anak
dan perempuan.

Yang dilakukan oleh pasukan keamanan yang terdapat di Suriah mulai bulan
Maret sampai Desember 2011 menunjukkan degan jelas adanya serangan secara
langsung yaitu pembunuhan, penyiksaan, penangkapan terhadap penduduk sipil dengan
melus dan sistematis. Di kota Idlib terdapat 10 orang dibunuh oleh tentara
kemanan Suriah yang mana semua korban tersebut bukanlah orang-orang yang dari
pasukan oposisi. Di kota Samin juga dibunuhnya sebanyak 16 orang dibunuh oleh
tentara dan 11 diantaranya adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam
konfrontasi berenjata dan diantaranya ditembak mati setelah di tangkap. Di
Saraqeb, 2 orang dibunuh oleh tentara selama penyerbuan militer, yang dibunuh
merupakan anak-anak dan sekolah dan mahasiswa. Di Taftanas, amnesty
internaioanal menemukan bukti pembunuhan dalam jumlah yang sangat besar oleh
tentara yang terdapat di taftanas pada tanggal 3 dan 4 april 2012, dan lebih
dari 20 orang laki-laki ditawan dan dibunuh. 

 

d.     
Upaya penyelesaian kasus di Suriah. 

Selain
menimbulkan banyak korban yang timbul dalam konflik ini, masalah inipun
merupakan masalah HAM berat Internasional. Dalam kasus Suriah ini masyarakat
sipil telah menjadi sasaran institusi militer propemerintah dengan alasan bahwa
menjaga stabilitas negara, karena hal ini menjadi perhatian masyarakat
internasional dan juga muncul dorongan kepada PBB untuk segera melakukan
intervensi kemanusiaan di Suriah. Dalam prosenya keputusan intervensi belum
bisa terselesaikan. dewan keamanaan PBB harusnya memang sudah mengecam tindakan
tersebut berulang kali dan menghimbau presiden Suriah yaitu Bashar Al Assad
untuk segera menghentikan seragan pada rakyat prodemokrasi. Pada dewan keamanan
pun telah melakukan pertemuan yang khusus untuk membahas tentang masalah ini,
tetapi selalu saja mengalami konflik internal, terutama pada
angggota-anggotanya. Jalan buntu pemikiran selalu saja ditemui pada perundingan
yang dilakukan, dan apabila resolusi akan dikeluarkan selalu adanya hak veto.13     

Revolusi yang
mengarah kepada perdamaian ini berisikan tentang bahwa pemerintah Suriah agar
segera mengakhiri kekerasan yang telah terjadi di Suriah dan yang telah memakan
banyak korban jiwa. Amerika serikat sebagai negara yang sangatlah pandai dalam
memperjuangkan nilai-nilai demokrasi tidak akan membiarkan begitu saja terhadap
terjadinya pelanggaran HAM        di
Suriah terus berlanjut. Hingga saat ini telah berbagai cara dilakukan oleh PBB
untuk mengatasi konflik yang telah terjadi di Suriah, dimuali dari embargo
terhadap barang ekspor-impor kepada Suriah, blokade, pembekuan terhadap
aset-aset Assad hingga pengutusan mantan sekjen PBB untuk membawa proposal
damai, namun semua yang telah dilakukan masih belum juga mendapatkan hasil yang
signifikan demi tercapainya perdamain di Suriah. Intervensi yang merupakan
salah satu dari penyelesain konflik di Suriah ini di anggap ampuh untuk
menghentikan pelanggaran HAM dalam konflik Suriah juga mengalami suatu kendala
yaitu dengan tidak adanya persetujuan dari dewan keamanan PBB. Dan pada
akhirnya dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi mengenai pelucutan senjata
kimia oleh rezim Assad. Sebuah resolusi yang sangtalah diharapkan untuk dapat
menjadi solusi yang tepat demi mengakhiri konflik yang terjadi di Suriah. Namun
resolusi mengenai pelucutan senjata kimiatelah berlangung dan terang-terangan
melanggar HAM.

C.    
PENUTUP

Kesimpulan

Konflik yang terjadi di
Suriah ini tergolong kasus pelanggaran HAM berat, yang telah memakan banyak
sekali korban jiwa akibat rezim presiden Bashar Al Assad. Pelanggaran HAM berat
di Suriah yaitu dengan tertindasnya hak hidup dan berpendapat. Hal ini terbukti
dengan adanya penangkapan, penahanan, penyiksaan, terhadap anak-anak sekolah
yang membuat tulisan kepada rezim, adanya penembakan yang terjadi terhadap para
demonstan, sehingga menyebabkan jutaan jiwa melayang pada saat itu. Dengan hal
ini jelas sangat menimbulkan perhatian dunia. Upaya perdamain pun kerap
dilakukan. PBB dan dunia internasional pun juga telah berupaya untuk mengakkan
HAM di Suriah dengan cara  sekjen PBB
membawa proposal damai. Namun upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mendaikan
konflik Suriah ini selalu saja mengalami konflik internal, terutama pada
anggota tetapnya, jalan buntu pun sangatlah sering ditemuai pada perundingan,
dan apabila reolusi akan dikeluarkan selalu ada bayangan hak veto. 

     

1 Ambarwati. dkk, Hukum Humaniter
Internasional Dalam Studi Hubungan Internasional, Jakarta: Rajawali Pers,
2009, hlm.2

2 KGPH Haryomataram, Pengantar Hukum
Humaniter, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2007, hlm.34.

3 Ambarwati. dkk,op.Cit., hlm
127-128.

4 Pasal 2 ayat (1) dan
(2) International Covenant Civil And Political Rights 1966 (ICCPR).

5 UN Document, Report of the independent
international commission of inquiry on the Syrian Arab Republic, 23 November
2011, hlm. 8

6 UN Document 23
November 2011, op.Cit., hlm.8-9

7 “Syria-Complex Emergency ”
Factsheet #22,fiscal year 2014, 12 sepetember 2014″, h.l.

8 UN Document 5 Februari
2015, op.Cit., hlm.14

9 (Brahmana, Rahman, dan Sutiarnoto 2013, 6)

10 (Brahmana, Rahman, dan Sutiarnoto 2013, 9)

11 (Brahmana, Rahman, dan Sutiarnoto 2013, 12)

12 Mohd.
Natzir. Dalam skripsi perlindungan hukum terhadap anggota free Syrian army (FSA) dalam konflik bersenjata di suriah
berdasarkan hukum humaniter internasinal. 2013.

13 Antaranews, ‘Dewan Keamanan PBB Kecam Penindasan Suriah
‘, Antaranews (online), 2012, http://www.antaranews.com/berita/270111/dewan-keamanan-pbb-kecam-penindasan-Suriah , diakses 23 Desember 2015.

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Russell!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out